Tampilkan postingan dengan label PMR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PMR. Tampilkan semua postingan

Sejarah PMI Indonesia

Palang Merah Indonesia atau PMI sebagai Organisasi Nasional dan
anggota Palang Merah Internasional, tergabung dalam ICRC atau
Internasional Committee of The Red Cross dan League of Nation Red
Cross Society atau Liga Palang Merah Sedunia Sejak tahun 1870 di
jaman penjajahan Belanda dengan nanra The Nederlands Indische
Rode Kruis atau
Palang Merah Hindia Belanda.

Dan pada tahun 1939 seiring dengan timbulnya dorongan dan
perjuangan kebangsaan, maka dua tokoh kebangsaan Dr. Rel senduk
dan Dr. Bahder Djohan mengusulkan kepada pemerintah Hindia
Belanda untuk membentuk Palang Merah

Indonesia. Meskipun ditolak untuk kedua kalinya tahun 1940 gagasan
mulia ini diajukan kembali dan pemerintah Hindia Belanda tetap
menolak.

Kemudian pada jaman pendudukan Jepang tahun 1942 sampai
dengan 1945 telah dirintis kembali perjuangan pembentukan Palang
Merah Indonesia tetapi belum juga dapat terwujud.

Kemauan dan tekad yang membaja untuk membentuk Palang Merah Indonesia diteruskan karena tuntutan yang mendesak guna memberikan pertolongan kepada para korban pertempuran dalam perjuangan bangsa mengusir penjajah.
Dan barulah pada tanggal 3 September 1945 dikeluarkanlah perintah Presiden R.I kepadaMenteri Kesehatan dr.
Boentaran Martoatmojo untuk menjajagi kemungkinan terbentuknya Palang Merah Indonesia
tanggal 5 September 1945 dibentuklah panitia persiapan yang terdiri dari 5 or-an adalah Dr. Mochtar, Dr. Bahder
Djohan, Dr. Sitanala, Dr. Djoehana. Panitia lima inilah bertugas membentuk Palang Merah Indonesia.

Dan akhimya pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Perhimp unan Palang Merah Indonesia, bersamaan
dengan dilantiknya Pengurus Besar PMI pertama adalah:
Ketua : Drs. Moh Hatta
Wakil Ketua : Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
Badan Penulis terdiri dari : Dr. R. Mochtar, Dr. Bahder Djohan, Mr. Santoso
Bendahara : Mr. T.Saubari
Penasehat : K.H. Raden Adrian
Setelah pengakuan kedaulatan, catatan peristiwa penting dalam Organisasi Palang Merah Indonesia adalah :

* Dikeluarkan keputusan pemerintah No. 25 tahun 1950 tertanggal 16 Januari 1950 tentang pengesahan Palang
Merah Indonesia sebagai satu-satunya organisasi Palang Merah di Indonesia.
* Palang Merah Indonesia diakui oleh ICRC, INTERNATIONAL COMMITTEE OF THE RED CROSS dengan
surat No. 392 tertanggal 15 Juni 1950.
* Tanggal 16 Oktober 1950 Palang Merah Indonesia diterima sebagai Liga Palang Merah International LEAGUE
OF NATION RED CROSS SOCIETY
* Dengan telah ditandatangani KONVENSI GENEVA oleh utusan Pemerintah RI maupun perwakilan Palang
Merah Indonesia, maka pemerintah RI telah menetapkan UU No. 59 tahun 1958.
Palang Merah Indonesia berdiri dan bertindak atas dasar Sapta Prinsip Palang Merah, yaitu :

1. Kemanusiaan
2. Kesamaan
3. Kenetralan
4. Kemandirian
5. Kesukarelaan
6. Kesatuan
7. Kesemestaan
Dengan semua tindak dan langkahnya tidak terlepas dari identias Bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan UUD
1945.
Palang Merah Indonesia adalah organisasi yang netral dan independent, yang melakukan kegiatannya demi
kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan.

Palang Merah Indonesia tidak melibatkan diri/berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu.
Dalam pelaksanaannya tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling
membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Read more


Avicenna "WIRA MA HK"

Kesehatan merupakan karunia terbesar dari Allah, yang terkadang manusia lupa untuk mensyukurinya. Kesehatan juga merupakan dambaan bagi setiap manusia, namun ketika seseorang dalam keadaan sehat, kita sering lupa untuk menjaganya, ketika sakit dating baru kita menyadari betapa penting menjaga kesehatan.
Dalam lingkup sekolah kami “MA Hasan Kafrawi”, kesehatan juga kami junjung tinggi. Demi mencapai tarap kesehatan itu, kami mencoba mengenalkan prinsip-prinsip hidup sehat yang mana kita kemas dalam sebuah wadah, yakni PMR (dalam tingkatan kami WIRA).
Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
PMR di sekolah kami, kami beri nama Avicenna, yang dalam dunia islam, kita kenal dengan sebutan ibn Sina. Beliau di kenal sebagai bapak pengobatan modern, lewat beliaulah ilmu-ilmu kedokteran/kesehatan bias berkembang sebagaimana yang bias kita rasakan sekarang ini.
Semoga lewat figure ibn Sina, kami anak-anak WIRA Avicenna, bias melanjutkan jejak langkah beliau, dengan tetap menjunjung TRI BHAKTI PMR dan Prinsip-prinsip Dasar Kepalang-Merahan.

Read more


Penyakit Menular

I. Devinisi Penyakit Menular

Adalah penyakit yang dapat menulari/ menyebar ke orang lain.
Penyebab : kuman (basil), bakteri dan virus.
Untuk dapat menimbulkan penyakit, bibit penyakit harus terlebih dahulu masuk ke dalam tubuh manusia, dapat melalui :
Permukaan kulit (malaria, tetanus, penyakit cacing tambang, pes, dll)
Jalan pernafasan (influenza, dipteri, batuk rejan, tuberculosis)
Alat-alat pencernaan (kolera, disentri, typhus, penyakit cacingan.

II. Cara Penularan Penyakit Menular

Direct contact
Kontak langsung antara badan penderita dengan badan orang lain.
Contoh : Penyakit kelamin (PMS), lepra

Indirect contact
Bibit penyakit menular dengan perantara benda-benda yang telah dipakai/digunakan penderita (pakaian, handuk, sapu tangan, dll) yang kemudian dipakai oleh orang lain.
Contoh : trachoma, kudis

Melalui makanan dan minuman tercemar
Contoh : Typhus, disentri, kolera, tuberculosis

Melalui udara
Melalui debu di udara : TB, Influenza, dan penyakit kulit
Melalui tetes ludah yang halus (droplet infection) : batuk rejan, TB
Melalui serangga
Contoh : demam berdarah, malaria, pes

III. Pencegahan Penyakit Menular

adalah Usaha pencegahan ditujukan terhadap individu yang akan ditulari, sumber penularan dan media perantara.

Terhadap Individu yang akan ditulari
memberikan kekabalan buatan kepada orang-orang sehat
mempertinggi daya tahan : pemberian makanan sehat yang cukup baik kualitas maupun kuantitas.

Terhadap sumber penularan
Mengisolir sumber penyakit : pengobatan/ pembinasaan.

Terhadap media perantara
Bila perantara serangga/ nyamuk maka nyamuk beserta tempat bersarangnya hendaknya dimusnakan.

IV. Pembagian Penyakit Menular (berdasarkan sifat-sifat penyebaran dan timbulnya gejala-gejala penyakit)

Penyakit Akut Epidemis
Penyakit yang gejalanya timbul secara mendadak (akut), sedang penyebarannya cepat dan meliputi daerah yang luas, sehingga dalam waktu yang relatif singkat dapat menyerang banyak orang.
Contoh : infleunza, kolera, typhus, disentri, dipteri, morbili

Penyakit Kronik Endemis
Penyakit yang gejalanya timbul secara menahun (kronis), sedangkan penyebarannya bersifat endemis (di daerah tertentu).
Contoh : malaria, TB, Lepra, Penyakit saluran pernafasan dan saluran pencernaan.

Penyakit Sporadis
Penyakit yang dalam waktu bersamaan terdapat di beberapa daerah (tersebar)

A. Influenza
Penyebab :
Virus influenza
Gejala-gejala
Penderita mendapat serangan demam secara mendadak
Kepala pusing dan sering batuk
Mata merah dan hidung banyak mengeluarkan ingus
Terasa sakit pada sendi, otot-otot, lengan, dan tungkai
Penularan
Melalui udara pada waktu penderita batuk, bersin atau berbicara
Pencegahan
Menjauhkan penderita dari orang-orang sehat
Perawatan
Penderita harus istirahat total

B. Tuberculosis
Penyebab :
Bakteri Mycobacterium tuberculosis
Gejala-gejala
Badan terasa lesu, sering pilek, panas badan tidak begitu tinggi.
Nafsu makan kurang, BB tidak naik.
Malam hari banyak berkeringat
Batuk-batuk dengan diselingi panas dan sukar sembuh
Jika keadaan tambah parah, batuk dengan mengeluarkan darah
Penularan
Bakteri masuk ke dalam paru-paru bersama-sama dengan udara pernafasan.
Melalui makanan dan minuman, misalnya minum susu dari sapi yang menderita TB tanpa dipasteurisasikan terlebih dahulu.
Pencegahan
Memberikan vaksinasi BCG kepada orang sehat
Bila berbicara dengan penderita tidak terlalu dekat/ berhadapan langsung
Menghilangkan sumber penularan dengan mengobati penderita sampai sembuh
Mengusahakan sinar matahari cukup banyak masuk rumah
Memberikan pendidikan kes. Masy tentang bahaya, cara penularan, dan pencegahan terhadap TB.

C. Demam Berdarah Dengue
Penyebab :
Virus DHF (Dengue hemorrhagic fever)
Gejala-gejala
Demam mendadak disertai menggigil
Tubuh terasa lemah dan sakit kepala yang hebat
Mata merah, kemudian diikuti timbulnya bintik-bintik merah di selurih tubuh.
Jika keadaan tambah buruk, terjadi perdarahan di bawah kulit dan akhirnya dapat terjadi shock.
Penularan
Dengan perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Pencegahan
Memberantas nyamuk yang dapat menularkan penyakit
Menghilangkan tempat-tempat yang dapat digunakan sebagai sarang nyamuk (PSN)
Jika salah satu anggota keluarga diketahui menunjukkan tanda-tanda menderita DB, maka segera bawa ke RS/ Puskesmas agar segera mendapat pertolongan.

D. Malaria
Penyebab :
Parasit Plasmodium
Macam Plasmodium
Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika (demam menggigil setiap hari)
Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana (demam menggigil selang hari)
Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana (demam menggigil selang 2 hari)
Plasmodium ovale menyebabkan malaria selang sehari.
Gejala
Tubuh terasa lemah/ lesu
Timbul rasa dingin sampai menggigil tapi suhu badan tinggi
Berkeringat dingin diiringi turunnya suhu badan
Kadang disertai dengan sakit kepala, mual dan muntah
Nafsu makan berkurang
Penularan
Dengan perantara gigitan nyamuk Anopheles betina.
Pencegahan
Menghindari gigitan nyamuk Anopheles.
Upayakan sesedikit mungkin pakaian bergantungan di dalam kamar.
Mengendalikan kepadatan nyamuk penular dengan PHBS.

E. Pneumonia
Adalah : Penyakit infeksi yang menyerang paru.
Sering terjadi balita.
Berbahaya karena dapat menagkibatkan kematian dalam waktu 3-10 jam apabila tidak segera ditolong dengan cepat dan tepat
Gejala-gejala
Batuk disertai dengan napas cepat atau napas sesak pada balita
Penularan
Tertulari oleh penderita batuk
Imunisasi tidak lengkap
Kurang Gizi serta pemberian ASI yang tidak memadai
Terhirupnya asap/ debu secara berulang
Tinggal di lingkungan yang tidak sehat
Pencegahan
Jauhkan balita dari penderita batuk
Lakukan imunisasi lengkap
Berikan ASI sampai usia 2 tahun
Jauhkan bayi dari asap/ debu serta bahan lain yang mudah terhirup oleh balita.

F. Diare
Adalah :
Berak-berak yang lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih dalam sehari) dan berbentuk encer.
Gejala-gejala
Frekuensi berak lebih dari biasanya
Tinja lembek atau cair
Mulas
Sakit perut
Terdapat lendir dengan/ tanpa darah (disentri)
Berak cair seperti air cucian beras (kholera)
Penyebab
Infeksi bakteri, virus, parasit (cacing)
Terganggunya penyerapan makanan dalam tubuh
Alergi
Keracunan
Menurunnya kekebalan tubuh, dsb
Penularan
Tinja yang dikeluarkan oleh penderita adalah sumber penularan
Kuman dapat menular melalui makanan (dipegang oleh tangan atau lewat serangga)
Kuman dapat mencemari air yang digunakan orang lain (untuk berkumur, menggosok gigi, mencuci sayuran)
Pencegahan
Minum air dan makan makanan yang sudah dimasak
Mencuci buah dan sayur seegar yang akan di makan
Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan
Cuci tangan dengan sabun setiap kali selesai BAB
Membiasakan mencuci alat-alat makan dan minum dengan sabun
Makan makanan yang bergizi
Membiasakan untuk membersihkan lingkungan.

G. HIV/ AIDS
Adalah :
Penyakit yang ditandai dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh virus HIV.
Gejala-gejala
Demam berkepanjangan
Selera makan hilang
Diare terus menerus tanpa sebab
Pembengkakan kelenjar
Bercak-bercak di kulit
Berat badan turun dratis
Radang paru, kanker kulit, gangguan susunan syaraf pusat
Tuberculosis
Penularan
Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi
Melalui transfusi, penggunaan jarum suntik secara bergantian
Dari Ibu ke Janin selama kehamilan, persalinan dan menyusui
Pencegahan
A : Abstinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks
B : Be faithful (setia), artinya saling setia dengan pasangannya
C : Condom Use (penggunaan kondom), artinya jika cara pertama dan kedua
tidak bisa
D : Drugs, artinya tidak menggunakan obat-obatan dan narkoba suntik


sumber: Muhammad Azinar

Read more


Palang Merah Indonesia

Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PMR

Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.

PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:

1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
4. Remaja adalah kader relawan.
5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.

Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:

1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

TRIBAKTI PMR

dalam PMR ada tugas yang arus dilaksanakan, dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui, dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota. TRIBAKTI PMR tersebut adalah:

1. Berbakti Kepada Masyarakat
2. Mempertinggi Mutu Ketrampilan dan Memelihara Kebersihan Serta Kesehatan.
3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

PRINSIP DASAR KE-PALANGMERAH-AN

Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama"7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional" (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).

1. Kemanusiaan
2. Kesamaan
3. Kenetralan
4. Kemandirian
5. Kesukarelaan
6. Kesatuan
7. Kesemestaan

TINGKATAN PMR

Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya

1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna emblem Hijau
2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna emblem Biru Langit
3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna emblem Kuning.

Read more


Sang Pancasila

Dipagi ini
bersaksi cerah bintang pagi
bertaut rintik gerimis mengemis
bertalu satu menyambut aku
dalam peluk kudus leluhur

di pagi ini
ku tahu pada 'satu' di 'juni' ini
telah terlahir
sang penuntun
bukan burung penyatu
tapi 'suluh penyatu'
semua ini terlahir dari pupuh nya kidung
dalam seutas lontar
sang tantular
dalam utas sutasoma

hari ini aku tafakur
bersujud
pada semuanya
yang mencipta
atas hari kiniku
dalam seutas bangsa 'indonesia'

disini...di hutan alas ini
simpuh sujud kuucap
dalam derap segala detak waktu
karena
sang naga abangpun bertekad
serahkan segala bangga
pada seutas mustika raja
dengan korbankan nyawanya
untuk sebuah nusantara jaya
restupun tiba
dari kamajaya dan kamaratih
untuk sebuah hikmah
dan mustika pusaka raja
bertaut memagar satria
penerus bangsa di bumi nusantara ini

ku terus bersimpuh
untuk berampun atas dosa ku
atas semua salah ciptamu
yang kini terlelap
dalam segala renyahnya rasa
dialam merdeka
dari segala mimpi
meski terkekang dari segala perih

dihari ini
terus ku bersujud
dari sebuah cipta yang beradu
dari tautan
darah merah 'baradah'-mu
dan darah putih 'calon arang'-mu
yang beradu dalam kisah kasihnya
'bahula putra' dan 'mangali putri'
yang melahirkan
'tantular' sang pencipta
bhina ika tunggal ika
tan hana dharma mangruwa
dalam sutasoma-nya
yang melahirkan sang 'kepakisan' untuk seorang 'gajah mada'
yang melahirkan 'nirartha'
untuk sebuah bumi dwipa jaya

dan dipagi ini
aku teringat akan seutas jejak mu
yang kutilas dalam tapak tapak lalu
dihari yang 'satu' dalam 'juni' ini
pancasila
terlahir dalam setiap benak bangsaku
terinspirasi atas serat pinak putramu

kusujudkan kelahirannya
yang kini hanya kubisa
mensyukuri hikmahmu
atas sang pancasila
dari sebuah hutan alas ini
disini
di alas purwo ini
ku bersujud syukur atas besarnya kamu
dalam kisah bangsa ini
teruskan semua
dalam baitnya cerita
atas sejarah bangsa
yang tercacar dalam berapa kisah
untuk merentas
semua karya bangsa
dalam kisah
sang p a n c a s i l a
yang hari ini
telah terlahir
di bumi ini
di nusantara ini

Read more

Bookmark and Share
Selamat Datang di Dunia Kami "Dengan Solidaritas Kita Tingkatkan Tali Silaturrahim"

Tentang Kami

Kampung Pancuran
merupakan sebuah wadah silaturrahmi dan forum komunikasi keluarga besar hasan kafarwi, terutama alumni Hasan Kafrawi.
Lihat profil lengkapku

Photo Gallery

Dialog Interaktif


ShoutMix chat widget

Labels

Web hosting for webmasters